Yang Tersisa dari Gerilya Mural Jalanan

Barangkali ini adalah satu-satunya mural yang masih terlihat utuh dan terbaca jelas pesan di dalamnya. Sebab mural-mural serupa sudah hilang karena kalah dengan desakan iklan dan coretan yang juga menempel di tembok-tembok pinggiran jalan.

Gerilya mural seperti ini sudah dimulai sejak tahun 2013 silam. Dengan memakai ikon Petruk sedang membaca buku, dan tidak ketinggalan jargonan khasnya “Nggak Malu Baca Buku”.

Di tahun 2014, mereka kembali berulah melanjutkan gerilyanya. Giliran ikon anyar sosok ibu yang sedang asik membaca buku bersama anaknya dengan slogan “Bukumu Budayamu”. Oiya tidak hanya itu, di waktu yang bersamaan muncul pula quote baru seperti “Ya Allah Lindungi Kami dari Godaan Overdosis Nonton Tipi”, “Aja Isin Maca Buku”, dan “Urip Iku Urup”. .

Ada yang pernah melihat mural-mural seperti ini? Lalu apa tanggapan dari kalian? Bila menurut kami yang juga sebagai warga Kediri, selalu berharap pergerakan mereka akan terus berlanjut. Entah di tahun ini atau tahun depan atau kapan saja. Sebab jalanan Kediri butuh sesuatu yang sedap di pandang mata. Setidaknya ada sedikit kenyamanan saat berpanas-panasan dan bermacet-macetan di jalanan.

Semoga saja.

Lokasi : Jl. Yos Sudarso (Pusat Oleh-Oleh Kota Kediri)
Foto : Dokumentasi tahun 2014 .

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *