Ulasan: Wedangan Literasi Bareng Kang Maman

Wedangan Literasi Bareng Kang Maman

Maman Suherman atau lebih populer disapa Kang Maman, semalam, berbagi kisah mengenai pengalamannya bergelut di dunia literasi di depan pegiat dan publik literasi di Pare.

Kisahnya membentang dari usia 3 tahun yang sudah bisa membaca sampai saat muncul kegelisahannya mengenai kondisi literasi bangsa ini. Sejak kecil ia dipengaruhi ayahnya, Kang Maman meyakini bahwa membaca mampu menghidupi dirinya.

Keyakinan tersebut benar-benar terbukti. Melalui membaca beliau tumbuh dan hidup dengan karir yang cukup mencoreng, di usianya yang relatif muda beliau dipercaya menjadi Pimpinan Redaksi media besar, Kompas Gramedia.

Kegiatan membaca membawanya pada perenungan kata “Iqra”, perintah pertama yang turun dari Tuhan kepada Muhammad Saw. Perintah tersebut terus terngiang-ngiang di kepalanya.

Sementara itu beliau melihat fakta yang mencengangkan, di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam justru kata “iqra” belum mendarah daging dalam masyarakatnya. Minat baca masyarakat Indonesia saat itu berada di tingkat ke dua, dari belakang.

Pengalaman spiritual yang ditautkan pada realitas sosial budaya masyarakat inilah yang akhirnya mendorongnya untuk terjun sebagai pegiat literasi. Beliau berpindah dari satu kampung ke kampung yang lain, dari satu kota ke kota yang lain, bahkan lintas negara untuk menyebarkan virus literasi. “Menyebarkan virus literasi adalah tugas kerasulan” begitu ungkapnya kepada teman-teman pegiat literasi di Pare. Tugas tersebut memang berat, namun mulia. Dengan membuat orang gemar membaca, kita andil dalam membangun peradaban.

Membaca membuat orang kreatif, berwawasan luas, berempati dan lebih terbuka pikirannya sehingga tidak gagap menghadapi arus kehidupan yang dinamis dan bergerak begitu cepat. “Ingatlah tugas mulia kerasulan ini, jangan patah semangat jika TBM atau perpustakaan teman-teman hanya didatangi 2-3 orang saja. Toh, murid Yesus aja yang setia hanya 12 orang kan? Lha sudah bagus kalau ada 2-3 orang yang datang ke TBM teman-teman. Jangan anggap remeh hal-hal kecil, siapa yang tahu jika suatu saat hal kecil tersebut menjadi hal besar yang bisa mengubah kehidupan?”