Ulasan: Screening & Discussion Film oleh Sinema Kadirian

Dibuka dengan lagu Indonesia Raya 3 Stanza yang diiringi gesekan biola dari @pare_strings_ensemble, Screening & Discussion Film persembahan @sinemakadirian disesaki para sineas-sineas muda beserta penikmatnya, Jumat, 25 Januari 2019. Meski sempat tertunda beberapa saat dari jadwal semula, acara yang berlangsung di MA Sejahtera, Pare tersebut, tetap berjalan dengan antusiasme penonton yang tak berkurang sedikitpun.

Film pertama yang diputar berjudul “Pelangi Tanpa Jingga” produksi Briliant Production. Film ini membidik fokus tentang fenomena perisakan (bullying) yang terjadi di kalangan anak-anak. Jika dilihat dari segi psikologis, bisa berdampak negatif terhadap pertumbuhan anak. Hal ini ibarat menabung dendam yang akan dituai hasilnya ketika dewasa.

Selain fenomena perisakan, juga ada muatan kritik sosial yang cukup jelas disampaikan, yakni kritik terhadap pemerintah mengenai bantuan sosial dan terhadap masyarakat yang menerima bantuan tetapi bergaya hidup konsumtif. Pada bagian ini, Rino Hayyu Setyo, salah seorang pemateri dalam acara semalam mengatakan bahwa kritik semacam itu perlu diselipkan untuk memberikan edukasi berupa finansial literasi, yakni wawasan mengatur ekonomi agar tidak terjebak pada gaya konsumtif belaka.

Film kedua, “Srawung Mbois 2” produksi @cinemakpi ini bercerita tentang dua orang kriminal yang mengalami titik balik dalam kehidupannya setelah menyadari bahwa gugatannya terhadap kehidupan mengenai kemiskinan terlalu naif, sebab masih ada yang lebih parah jika dibanding mereka. Film ini dibalut dengan nuansa komedi yang cair, sehingga tidak membosankan meski pada akhirnya ada sedikit kesan tidak serius.

Terlepas dari lebih dan kurangnya dalam kedua film yang diputar, acara seperti ini bisa menjadi ajang kumpul-kumpul masyarakat film Kediri untuk saling berbagi, menambah wawasan, dan memperkuat atmosfer di kota ini. Semakin banyak ruang-ruang kreatif, tentu akan membawa (dunia perfilman) Kediri menuju arah yang lebih baik.

Sesi akhir usai pemutaran dua film dan diskusi, acara ditutup dengan diputarnya film “Antar Kota Dalam Provinsi” karya Eka Wahyu Primadani saat menyelesaikan tugas akhir kuliahnya di ISI Yogyakarta.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *