Simpang Lima Gumul, Arc de Triomphe dari Indonesia

 

DSC02341

Sebuah public place di Kabupaten Kediri yang diproyeksikan menjadi sebuah area perkotaan baru dan menjadi identitas Kabupaten Kediri. Bangunan segi empat dengan desain menyerupai Arch de Triomphe di Perancis ini dibangun tepat ditengah-tengah lima simpang yang menuju ke arah Pare, Pagu, Kediri Kota, Pesantren dan Plosoklaten. Sungguh merupakan sebuah tempat strategis untuk dijadikan sebuah ruang publik.

Monumen Simpang Lima Gumul berdiri di atas area seluas 37 hektar yang semula merupakan area persawahan warga. Monumen Simpang Lima Gumul memiliki luas 804 meter persegi dengan tinggi mencapai 25 meter. Jadi, bila berada di atas monumen ini, dapat terlihat daerah SLG dan sekitarnya. Di bawahnya terdapat sebuahmeeting hall yang luas yang sering digunakan untuk pameran ataupun pertemuan-pertemuan penting dengan tinggi ruangan sekitar 3 meter, sehingga total tinggi dari Monumen Simpang Lima ini adalah 28 meter bila dihitung dari bawah tanah.

DSC02356

Berbagai macam hitungan dari mulai luas dan tinggi bangunan mempunyai filosofi yakni representasi dari hari jadi Kabupaten Kediri pada 25 Maret 804. Jadi, bangunan monumen dengan luas 804 merepresentasikan tahun berdirinya Kabupaten Kediri, 25 meter tinggi Monumen dari tanah merepresentasikan tanggal hari jadi Kabupaten Kediri, dan 3 meter tinggi ruangan bawah tanah merepresentasikan bulan 3 (Maret) hari jadi dari Kabupaten Kediri.

Di dalam Monumen Simpang Lima Gumul terdapat studio “JTV”, di sisi sebelah timur monumen dan di sebelah barat terdapat sebuah toko souvenir yang menjual pernak pernik khas Kediri. Di setiap sudut Monumen Simpang Lima Gumul, terdapat 4 buah pintu terowongan bawah tanah penghubung dari area parkir ke monumen, namun yang selalu dibuka hanya satu sisi yaitu arah barat laut monumen. Pintu yang lain juga akan dibuka bila terdapat sebuah event besar yang berlokasi di monumen ini, seperti Pekan Budaya atau Hari Jadi Kabupaten Kediri.

Di setiap sisi dari Monumen Simpang Lima Gumul terdapat relief-relief yang menggambarkan sejarah dan Budaya Kediri. Di satu sisi pula terdapat relief yang menggambarkan keragaman agama, hal itu menandakan Kabupaten Kediri sangat menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama.

Monumen Simpang Lima Gumul yang berada di timur Kota Kediri ini bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan apapun. Jarak dari Kota Kediri hanya berkisar 6 km dan 120 km dari Bandara Juanda Surabaya. Simpang Lima Gumul diproyeksikan akan menjadi trade center di Jawa Timur (Central Business District) dan oleh karenanya di atas area seluas 37 hektar dibangun beragam bangunan sepertiConvention Hall di selatan monumen, Gedung Serbaguna, Bank, Terminal di utara monumen dan tempat rekreasi keluarga Gumul Paradise Island.

Di sebelah barat dari Simpang Lima Gumul terdapat sebuah tempat khusus penjual bernama Pasar Tugu, hasil akronim dari sabTU dan mingGU, jadi pasar ini akan sangat ramai penjual ketika hari Sabtu dan Minggu saja, dan hari di luar itu penjualnya tak akan seramai ketika Sabtu dan Minggu.

Berbagai Kuliner Khas Kediri ada di Pasar Tugu ini, seperti Nasi Pecel Tumpang, Klepon Wonosari, Sate Bekicot dan banyak lagi. Jadim Monumen Simpang Lima Gumul tak pernah sepi dari pengunjung, apalagi di setiap akhir pekan banyak orang yang berlari-lari pagi atau sore, bersepeda dan melakukan aktifitas untuk mengisi liburan mereka. Di hari-hari biasa, para pengunjung biasanya hanya duduk santai sambil bercengkrama di pelataran Monumen Simpang Lima Gumul dan juga tidak sedikit mengabadikan moment dengan berfoto-foto dengan bangunan megah ini.

Dengan segala keramaian yang telah ada, sebenarnya Simpang Lima Gumul belum sepenuhnya jadi. Rencananya, akan dibangun juga hotel, mall, pertokoan, ruko, dan lain-lain yang bertujuan menjadikan Simpang Lima Gumul sebagai sebuah trade center di Kabupaten Kediri.

A video posted by @jazabd on

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *