Memaknai Mudik Lewat Aksi Pantomim

Peristiwa mudik yang sudah menjadi tradisi mengakar di masyarakat, menginspirasi lima seniman Pantomim untuk melakukan teatrikal pada Sabtu, 1 Juni 2019. Memulai aksi pukul 16.00 WIB di Hutan Joyoboyo, mereka berjalan kaki ke arah barat menuju Taman Brantas sebagai titik akhir pementasan.

Kegiatan yang dinamai Nyusur History Mudik Movement ini tidak hanya ada di Kediri saja, melainkan kota-kota besar lain seperti Bandung juga turut menyelenggarakannya.

“Melalui aksi ini, masyarakat diajak memaknai mudik bukan sekadar migrasi tubuh dari kota ke kampung halaman, melainkan meraih spirit mudik sesungguhnya, yaitu silaturahmi”, ucap Faried Muhammad, koordinator aksi.

Berdandan menyerupai orang yang sedang mudik, lima seniman itu sesekali berhenti di beberapa tempat dan persimpangan. Mereka berupaya menyampaikan pesan ke masyarakat akan nilai luhur mudik yang kini telah bergeser makna dan tujuannya.

“Aksi kemarin sekaligus untuk memantik komunitas seni agar unjuk aksi di ruang-ruang publik. Siapa tahu kalau ada yang tertarik, kita bisa juga belajar bareng”, harap Faried.

Comments

comments