Kediri Mulai Ditinggal Perantaunya

Hiruk pikuk tradisi mudik sudah mulai bisa dirasakan, tergambar jelas saat Senin malam, 20 Mei 2019, Stasiun Kediri dipadati para perantau yang hendak kembali ke kampung halamannya. Kursi ruang tunggu yang penuh membuat calon penumpang mengular hingga keluar ruangan.

Sejauh mata memandang, kami berkesimpulan bahwa sebagian besar mereka adalah perantau yang tengah menimbu ilmu di kota ini, entah sebagai mahasiswa, santri maupun pelajar Kampung Inggris.

Satu diantaranya adalah Bagas Nata Budi, mahasiswa Universitas Kadiri yang akan kembali ke Palembang, kampung halamannya. Ia akan memulai perjalanannya dengan naik KA Matarmaja dengan tujuan Pasar Senen. Sesampai di sana, Bagas akan berestafet naik bis hingga berakhir di kota kelahirannya. “Sengaja naik kereta dan oper-oper bis, karena tiket pesawat terlalu mahal. Tiket bis langsung jurusan Sumatera juga susah”, ucap remaja yang sudah dua tahun lebih merantau di Kediri tersebut.

Begitulah Kediri, kota ini tidak hanya sekadar rumah yang menunggu penghuninya pulang. Ia juga tempat berlabuh yang mulai ditinggal para pengembaranya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *