Kangen ‘Bal-Balan’ Saat Sore?

Dua pemain sedang mengejar bola. | Foto: Arjanggi Noeswantoro

Beruntung sekali kegiatan ini masih lestari, masih ada anak-anak yang memilih berlarian daripada main game online seharian.

Di lapangan yang rumputnya sedang mengalami kekeringan, puluhan anak bergantian saling serang untuk mencetak gol. Ciri khas “bal-balan” ala anak kampung, pemain adalah wasit, tidak jarang keadilan ditegakkan menurut banyaknya dukungan pemain di lapangan.

Batas garis permainan bisa serong, skor permainan bisa tembus hingga puluhan, dan pemenang sebenarnya ditentukan saat gol tepat setelah adzan maghrib berkumandang. Tak peduli berapa jarak angka yang tercatat, satu gol terakhir disetujui menjadi penutup paling tepat.

Lokasi: Rusunawa, Dandangan, Kota Kediri | Foto: Arjanggi Noeswantoro

Tidak ada jersey tim, kemasukan gol pertama biasanya menjadi tim bertelanjang dada. Beruntunglah jika ada tiang gawang, di lokasi lain sandal jepit atau batu bata didaulat menjadi penggantinya. Pemain bisa ditukar bila tidak imbang sejak awal, kadang jika terlalu dominan, satu tim lainnya akan dilebihkan satu atau dua pemain tambahan.

Bagaimana, sudah naik mesin waktu dan mengingat kembali kenangan masa lalu?