Gua Selomangleng Kediri, Pamuksan Kilisuci

DSC00234

Kediri Kota maupun Kabupaten mempunyai potensi wisata yang beragam, mulai dari gunung, air terjun, candi-candi, gua, dan masih banyak lagi. Dan salah satu Gua yang terkenal di daerah Kediri Kota adalah Gua Selomangleng.

Gua Selomangleng yang merupakan salah satu peninggalan kerajaan Hindu-Budha ini terletak di lereng sebelah timur Gunung Klotok, itulah mengapa gua ini dinamakan Selomangleng, yang dalam bahasa Jawa, Selo = Batu, Mangleng = Miring.

DSC00252

Gua ini bukanlah Gua yang terbentuk dengan proses alam, namun Gua dengan batu andesit ini adalah gua buatan. Di dalam gua tidak ada stalagtit maupun stalagmit yang umumnya ada di gua-gua yang terbentuk dari proses alam.

Terdapat empat ruangan di dalam gua, yaitu ruangan pertama dan kedua berupa dua ruangan yang disekat oleh sebuah pintu yang berada di tengah ruangan. Ruangan ketiga berada di sebelah kiri, dan pada ruangan inilah dipercaya sebagai tempat tidur Dewi Kilisuci.

Sedangkan ruangan keempat berada di sebelah kanan yang dipercaya sebagai ruang Buto Lohcoyo, pendamping setia Dewi Kilisuci. Pada ruangan ini seluruhnya dihiasi oleh relief-relief yang terukir indah dengan ukiran yang terlihat jelas. Relief-relief tersebut diukir untuk menggambarkan tentang kisah Dewi Kilisuci.

Gua yang terletak di Desa Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ini mempunyai sejarah tersendiri. Menurut cerita, Gua Selomangleng merupakan tempat pertapaan Dewi Kilisuci, seorang putri mahkota Kerajaan Kediri kala itu, namun ia menolak untuk naik tahta sehingga ia mengasingkan diri dengan bertapa di dalam gua hingga akhirnya muksa.

Namun terdapat versi cerita lain yang mengatakan bahwa, Raja Djojoamiluhur, sang ayah dari Dewi Kilisuci mengadakan sayembara untuk mencari seorang suami bagi Kilisuci. Namun ternyata, yang menang dalam sayembara itu adalah Djolosuro yaitu seorang raja berkepala kerbau sehingga Dewi Kilisuci pun dalam hatinya menolak. Dan untuk menghormati ayahnya, Dewi Kilisuci berpura-pura menerima Djolosuro dan mengajukan syarat. Syaratnya adalah Djolosuro harus membuatkannya sumur yang sangat dalam. Djolosuro pun menyanggupi, dan ketika ia sedang membuatkan sumur tersebut, Kilisuci meminta prajuritnya untuk menimbun sumur itu dengan bebatuan, sehingga sekarang jadilah Gunung Kelud. Namun arwah Djolosuro pun marah sehingga Gunung Kelud sering meletus. Dan untuk menyelamatkan rakyatnya, Dewi Kilisuci memutuskan untuk bertapa dan tidak menikah hingga muksa di Gua Selomangleng.

Dengan cerita sejarah yang menarik dari Gua Selomangleng ini, tak ayal bila Gua Selomangleng ini menjadi wisata terpopuler di Kotamadya Kediri dan menjadi objek penelitian bagi para ilmuwan sejarah. Apalagi dengan adanya Museum Airlangga yang berada masih satu kompleks dengan Gua Selomangleng yang di sana tersimpan berbagai macam peninggalan sejarah seperti prasasti, arca-arca dan artefak lainnya.

DSC00235

Akses menuju gua pun sudah tergolong sangat mudah, hanya dengan menempuh beberapa menit saja dari Terminal Tamanan Kota Kediri menuju ke utara. Tiket masuk ke tempat wisata pun tergolong sangat terjangkau, untuk dewasa hanya perlu membayar Rp 3.000 dan anak-anak Rp 2.000 sudah dapat menikmati keunikan dari Gua Selomangleng atau pun melihat hamparan hijau di atas Gunung Klotok.

Di sebelah kiri gua terdapat wahana bermain anak yaitu kolam renang, bianglala, kuda-kudaan, kereta kelinci, arena naik kuda, dan lain-lain. Di pelataran depan Gua terdapat podium besar yang di sana sering digelar pertunjukan jaranan. Jadi, berkunjung ke Gua Selomangleng selain merupakan wisata sejarah, wisata keluarga, juga dapat menikmati wisata budaya Kediri. Jadi tidakkah tertarik untuk brkunjung ke Gua Selomangleng.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *